Taman Nasional Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu Utara bisa disebut sebagai ikon utama Pulau Kelapa Dua di bidang pariwisata, meskipun objek wisata ini tergolong sebagai destinasi wisata baru, namun tempat Penangkaran Penyu atau Tukik ini telah berhasil mengangkat lagi pamor wisata Pulau Kelapa Dua dimata para wisatawan Lokal maupun Asing yang sempat tenggelam di zaman krisis moneter yang di tandai dengan lengsernya masa Pemerintahan Orde Baru.
Pulau Kelapa Dua yang dulu dikenal sebagai Pulau budaya yang notabene penduduknya berasal dari Suku Bugis, Sulawesi Selatan suasana etnik Bugis dipulau ini amat terasa kental, hal ini tandai dengan masih banyaknya warga Pulau Kelapa Dua yang menggunakan Rumah Adat Suku Bugis sebagai tempat tinggal dan hampir 65% warga masih mengguanakan bahasa Bugis sebagai bahasa sehari-hari.
Penangkaran Penyu Tukik Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu Utara
Dengan adanya Taman Nasional Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu Utara diharapkan Pulau Kelapa Dua dapat bisa dikenal lagi oleh wisatawan domestik dan mancanegara yang tentu saja jika hal ini benar-benar menjadi suat kenyataan, akan sangat berdampak positif bagi semua penduduk Pulau Kelapa Dua dan hal ini akan secara perlahan meningkat pendapatan warga di Bidang Pariwisata.
Warga Pulau pun tidak akan bergantung lagi dari hasil laut yang semakin hari, semakin sulit saja. Jika pariwisata Pulau Kelapa Dua bisa kembali bangkit dan berjaya,warga Pulau Kelapa Dua dapat dengan mudah mendapatkan pemasukan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Demikian artikel kali ini, semoga artikel ini bisa menambah semangat dan berantusias untuk berlibur, berwisata atau berkunjung ke Pulau Kelapa Dua. Kami tunggu kedatangan Anda sekarang juga.

Written by